Layar kelir raksasa berdiri di pantai malam, disinari lampu dari belakang sampai bayang pepohonan tampak di kainnya. Batang pisang terbaring di kaki layar, pulau-pulau gelap di kejauhan.

Lampgrave

Cutling tanpa nama: prajurit dari kulit tatah berkaki panjang, kepala runcing dengan satu mata menyala, memegang bilah berlekuk.

Dalangnya mati di tengah lakon. Bayangannya masih berjalan.

Action RPG soulslike di kepulauan The Kelir Reach. Segera hadir di PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S.

Lampu belum padam.

The Sleeping Puppeteer tertidur di balik layarnya dan tidak bangun lagi. Lakon berhenti di tengah babak. Lampunya terus menyala.

Bayangan yang tertinggal di kain mulai lepas. Mereka turun dari layar dengan tubuh kulit tatah, penuh lubang, ringan seperti daun kering. Orang Reach menyebut mereka Cutlings.

Kamu salah satunya. Tanpa nama, tanpa peran. Jalanmu hanya satu: ke pulau keenam, tempat lampu terakhir harus kamu padamkan.

  • 6pulausatu babak di tiap pulau
  • 14Screen Lordmenjaga lakon yang belum selesai
  • 9keluarga senjatadari bilah berlekuk sampai tongkat lampu

Dekati lampu, dan bayanganmu ikut membesar.

Lamp Lean adalah dasar setiap pertarungan. Jarakmu ke lampu menentukan bentuk bayanganmu, dan bayangan itulah yang memukul. Geser lampunya.

Rapat ke lampuJauh dari lampu

Bayang Raksasa

Pukulanmu meremukkan pertahanan. Tiap ayunan lambat dan mudah dibaca lawan.

Ukuran bayangan
127%
Berat pukulan
×1,3
Kecepatan gerak
91%
Poise
138

Di arena, lampu bisa bergeser, padam, atau direbut Screen Lord. Baca bayanganmu sebelum mengayun.

Mereka menjaga lakon yang belum selesai.

Empat belas Screen Lord menunggu di enam pulau. Dari jauh kamu hanya melihat bayangannya. Pilih satu, dan lampu bergeser ke belakang.

Yang tampak baru bayangannya.

The Gunungan Warden

Babak I, Pithstem Shore

Dulu dia membuka dan menutup tiap babak. Sekarang gerbang di dadanya hanya terbuka untuk menelan Cutling yang lewat. Kedua bilah sabitnya menyapu rendah, jadi bayangan kecil lolos lebih mudah.

Di layar: penjaga berbentuk daun raksasa dengan pohon dan dua ular terpahat di tubuhnya, gerbang menyala di dada, dua lengan panjang berakhir bilah sabit.

Wick Shrine: panel kulit tatah berbentuk daun di atas alas perunggu, sumbu menyala di mangkuk di depannya, selembar kulit terlipat sebagai persembahan.

Sumbunya tetap menyala untukmu.

Istirahat di Wick Shrine memulihkan tubuhmu. Musuh di pulau itu ikut bangkit lagi.

Saat kamu mati, kamu kembali ke layar sebagai bayangan pipih. Silhouette-mu tertinggal di tempat kamu jatuh. Ambil lagi sebelum kamu mati untuk kedua kalinya.

Enam pulau, dibaca seperti enam babak.

The Kelir Reach dibangun untuk satu pertunjukan panjang. Tiap pulau satu babak, dan urutannya tidak bisa kamu tukar.

  1. Pantai pasir hitam dengan batang pisang raksasa terbaring. Ratusan boneka kulit tertancap tegak di atasnya, satu cahaya lampu jauh di cakrawala.
    Babak I

    Pithstem Shore

    Pantai batang pisang raksasa. Ratusan Cutling masih tertancap di sana, menunggu giliran yang tidak pernah datang.

  2. Rawa berair hitam dengan pahat perunggu sebesar menara yang miring, lembaran kulit berlubang mengapung, akar bakau di kiri, cahaya lampu samar di balik kabut.
    Babak II

    The Chisel Mire

    Pahat perunggu sebesar menara tenggelam di rawa. Potongan kulit setengah jadi mengapung seperti daun teratai.

  3. Gua laut dengan gong perunggu raksasa tergantung pada tali, sebagian retak, jalan batu sempit di atas air gelap diterangi lentera.
    Babak III

    Bronze Hollows

    Gua laut penuh gong yang tergantung. Pukul satu, dan semuanya menjawab.

  4. Selat sempit berair abu di antara dua tebing hitam, panggung bertiang bekas terbakar di tepinya dengan layar sobek yang masih berpendar, bulan sabit di langit.
    Babak IV

    Ashwater Narrows

    Selat abu di antara dua tebing. Panggung-panggung lama hangus di atas tiang, layarnya masih berpendar.

  5. Lereng bukit penuh bingkai kayu tempat lembaran kulit kerbau dijemur dan disinari lentera dari belakang, berjajar naik ke puncak berkabut.
    Babak V

    The Hide Orchard

    Lereng penuh bingkai jemur kulit. Tiap lembar disinari dari belakang, jadi kamu berjalan di antara ribuan layar kecil.

  6. Batu hitam curam di tengah laut yang tenang. Di puncaknya lampu perunggu berbentuk burung menyala besar, barisan boneka kecil mendaki tangga menuju ke sana.
    Babak VI

    Wick's End

    Batu hitam di laut yang diam. Di puncaknya, lampu terakhir. Padamkan, dan pertunjukan selesai.

Catatan Dalang

Yang kami tulis dari balik layar selama Lampgrave dikerjakan.

Cutling yang jatuh tergeletak di lantai panggung. Bayangannya sendiri berjalan menjauh di atas layar yang menyala.

Catatan malam ke-3,

Mati dengan rapi

Di Lampgrave, mati berarti kembali ke layar. Kamu jadi bayangan pipih, dan Silhouette-mu tertinggal di tempat kamu jatuh.

Rak senjata di bengkel pahat: tiga bilah berlekuk, tongkat dengan lentera kecil di ujungnya, sabit berkait, dan golok pendek tergantung di dinding kulit berlubang.

Catatan malam ke-7,

Sembilan cara memegang api

Tiap keluarga senjata membaca jarak lampu dengan cara berbeda. Wavesteel suka bayangan besar. Lampstaff membawa lampunya sendiri.

Di balik layar, sosok raksasa berkerudung duduk dengan kepala tertunduk, satu tangan di atas peti berisi boneka kulit. Lampu burung menyala di atasnya, Cutling kecil berdiri di dekat lututnya.

Catatan malam ke-12,

Dalang yang tertidur

The Sleeping Puppeteer tidak punya wajah di game ini. Itu disengaja. Yang tersisa darinya hanya tubuh yang diam, sebuah lampu, dan peti berisi boneka.

Kami nyalakan satu lampu untukmu saat Lampgrave siap.

Tinggalkan email. Kami kirim satu kabar saat tanggal rilis diumumkan, lalu satu lagi saat game bisa dimainkan di platform pilihanmu.

Platform

Semua kolom wajib diisi.

Aturan di balik layar.

Privasi, Ketentuan, EULA, dan Bantuan. Buka satu bilah untuk membacanya.

Berlaku sejak 1 Oktober 2026

Siapa kami

Situs ini dikelola Wickhide Works, studio yang mengembangkan Lampgrave. Kebijakan ini menjelaskan data apa yang kami terima lewat situs dan form Ingatkan Saya, dan apa yang kami lakukan dengannya.

Data yang kami terima

Alamat email dan pilihan platform yang kamu isi di form Ingatkan Saya. Situs ini tidak memasang cookie pelacak dan tidak memuat skrip iklan. Video trailer baru dimuat dari YouTube setelah kamu menekan tombol putar.

Untuk apa data dipakai

Hanya untuk mengirim kabar tanggal rilis dan peluncuran Lampgrave di platform pilihanmu. Kami tidak menyerahkan datamu kepada pihak lain untuk pemasaran.

Dasar pemrosesan

Kami memproses data atas persetujuan yang kamu berikan saat mencentang kotak di form, sesuai Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Persetujuan itu bisa kamu tarik kapan saja.

Lama penyimpanan

Data disimpan sampai enam bulan setelah Lampgrave dirilis, atau sampai kamu meminta penghapusan, mana yang lebih dulu.

Pihak yang ikut memproses

Penyedia layanan email yang mengirim kabar atas nama kami, terikat perjanjian pemrosesan data. Bila data dipindahkan ke luar Indonesia, kami memastikan tingkat pelindungannya setara dengan UU PDP.

Hak kamu

Kamu berhak mengakses, membetulkan, menghapus, dan menarik persetujuan atas datamu, serta mengajukan keberatan atas pemrosesannya. Kirim permintaan ke [email protected]. Kami menjawab dalam batas waktu yang diatur UU PDP.

Bila terjadi kebocoran

Bila pelindungan data gagal, kami memberi tahu kamu dan lembaga yang berwenang paling lambat 3 x 24 jam, sesuai UU PDP.

Trailer Lampgrave

Buka di YouTube